Tak Lekang Oleh Waktu
Pagi ini cuaca cerah sekali. Segarnya udara yang masuk ke dalam paru-paruku membuatku semakin bergairah untuk melewati hari ini. Ku Langkahkan kakiku menuju ke sekolah. Sebuah bangunan yang megah dikelilingi oleh aneka tanaman. Sekolah itu merupakan saksi bisu perjalanan cintaku dengan Mira. Cewek manis, periang, dan baik hati yang selama ini mengisi hari-hariku. Beberapa menit kemudian, aku sampai di sekolah. Karena jarak rumahku dari sekolah memang dekat. Langkahku kupercepat gar sampai ke kelas.
“ Assalamualaikum...... “, sapaku ketika masuk kelas.
“Waalaikumsalam....... “ , jawab teman-temanku serempak.
Segera ku taruh tasku di atas bangku. Pagi ini, Mira tidak kelihatan seperti biasanya. Dia terlihat cemberut, seperti sedang memikirkan sesuatu. Hati kecilku tergerak untuk mendekatinya. Lalu aku bertanya kepada Mira, “ Mir, kamu kenapa?”
“Maaf Put, aku belum bisa cerita ke kamu sekarang, tolong tinggalin aku sendirian, Putra !!” jawabnya lirih.
Aku pun pergi meninggalkannya sendirian.
Malam harinya, ku beranikan diriku untuk sms dia, menanyakan tentang masalahnya di sekolah tadi.
Beberapa menit kemudian, Hpku berbunyi.
“Wah ..ini pasti sms dari Mira”, kataku dalam hati.
Ternyata memang benar, ada Sms dari Mira, Sms itu berbunyi sebelumnya maaf Put, aku tadi belum bisa nyritain masalahku ke kamu. Aku udah 3 hari ini bermimpi buruk. Ku bermimpi tentang Faris, Put. Faris udah jadian ma temennya yang ada di Bandung. Aku takut banget bila mimpi itu jadi kenyataan. Karena aku sayang banget ma dia. Ku takut kehilangan dia Put.
Dari sms itu dapat aku simpulkan bahwa Mira begitu mencintai Faris. Faris adalah cowok tampan dan humoris di kelas kami. Sehingga banyak sekali cewek yang suka padanya. Mira sudah sejak lama sekali menyukai Faris. Namun, Faris tidak mempunyai perasaan yang sama seperti Mira. Dia Cuma menganggap Mira sebagai teman saja di depan aku dan Mira. Sebagai teman dekatnya, aku juga bingung dengan sikap Faris yang demikian. Faris memang misterius dalam urusan cinta. Meskipun aku teman dekatnya, aku tak pernah tahu bagaimana sebenarnya perasaan dia terhadap Mira.
Untuk menanggapi Sms dari Mira tadi, aku meyakinkannya agar tetap tenang dan tidak resah, karena mimpi hanyalah bunga tidur. Sebenarnya hubunganku dengan Mira tidak begitu dekat. Namun karena aku dekat dengan Faris, Mira jadi sering menanyakan aktivitas Faris.
Sebenarnya aku sudah lama menyukai Mira. Bahkan sebelum Mira menyukai Faris. Namun aku tak berani untuk mengungkapkannya. Perasaan itu muncul berawal dari kesalahan caraku memandangnya. Pesona wajah dan senyuman manisnya telah membiusku dan membawa diriku ke alam cinta, yang penuh dengan keindahan. Sungguh ku tak kuasa menahan getar-getar cinta setiap kali aku memandang dirinya. Entah sampai kapan perasaan ini ku pendam dalam hati. Ku biarkan perasaan ini tersimpan rapat dalam peti di dasar palung hatiku.
“Semakin terasa cintamu, semakin ku harus melepasmu dari hidupku karena kau telah mencintai orang lain”,Gumamku dalam hati. Seiring dengan berjalannya waktu, faris telah mengetahui bahwa aku mencintai Mira. Mengetahui hal tersebut, Faris malah mendukungku seolah-olah dia tak acuh pada Mira yang mencintai dirinya.
Cinta....
Cinta ini sungguh menyakitkan jika orang yang kita cintai, tidak mencintai kita. Namun begitu besarnya rasa cintaku, hingga rasa sakit yang telah tertoreh itu, sembuh dengan sendirinya dan berubah menjadi rasa rindu yang berkepanjangan.
***
Suatu hari, aku dan Mira pergi rekreasi ke Ciputra, salah satu tempat rekreasi di Jawa Timur, bersama teman-teman lainnya. Namun Faris tidak bisa ikut karena ada kepentingan keluarga. Tak terlintas sedikit pun waktu itu, dibenakku. Wangi cinta telah menuntun langkahku untuk mendekati Mira. Entah kenapa, Mira tak menolak ajakanku untuk jalan berdua. Ku gunakan kesempatan itu, untuk mengungkapkan seluruh isi hatiku kepadanya.
“Mir, aku mau ngomong nih ma kamu?” tanyaku kepada Mira.
“Mau ngomong apa Put?”jawabnya.
“Sebenarnya aku sudah lama suka ma kamu”kataku dengan lirih.
“Apa??? Kamu kan tahu Put, kalo aku sangat mencintai Faris, jadi aku tak bisa menerima kamu lebih dari teman.”jawabnya dengan spontan.
“Iya Mir, aku tahu, aku bisa ngerti kamu kok, aku juga tak berharap lebih dari kamu, aku Cuma hanya ingin engkau tahu tentang perasaan yang telah tersimpan lama di hatiku ini”,ungkapku.
“Terima kasih Put, kamu telah mencintai dan mau mengerti aku.”sahutnya seraya mengelus kepalaku.
Sungguh lega diriku setelah ku mengungkapkan perasaan ini.
Hari berganti hari. Rasa cintaku semakin besar terhadap Mira. Ingin sekali ku melupakannya dan membuang jauh semua rasa cinta ini. Namun raga ini tak kuasa untuk melepaskannya. Bayangannya selalu hadir dibenakku setiap malam. Hingga suatu hari, aku duduk termenung di sudut malam. Ku pandangi langit yang bertaburan bintang-bintang. Bintang-bintang tersebut seakan-akan menemaniku di tengah kesendirianku. Ku lantunkan ungkapan kata-kata ke hamparan bintang-bintang itu.”Ketahuilah Mira....,dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu, meskipun engkau bukan milikku. Izinkan aku mencintaimu dan biarkan dirimu selalu bersinar menghiasi hatiku ini....”