KEADAAN UMUM
Kabupaten Tuban adalah sebuah
kabupaten di
Jawa Timur,
Indonesia. Ibu kotanya berada di
kota Tuban. Luasnya adalah 1.904,70 km² dan panjang
pantai mencapai 65
km.
Penduduknya berjumlah sekitar 1 juta jiwa.
Tuban disebut sebagai
Kota Wali karena Tuban adalah salah satu kota di
Jawa yang menjadi pusat penyebaran ajaran
Agama Islam. Beberapa obyek wisata di Tuban yang banyak dikunjungi wisatawan adalah
Makam Wali, contohnya
Sunan Bonang,
Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi (
Palang),
Sunan Bejagung dll. Selain sebagai kota Wali,
Tuban dikenal sebagai
Kota Seribu Goa karena letak Tuban yang berada pada deretan
Pegunungan Kapur Utara. Bahkan beberapa
Goa di Tuban terdapat
stalaktit dan
Stalakmit. Goa yang terkenal di Tuban adalah
Goa Akbar,
Goa Putri Asih, dll. Tuban terletak di tepi pantai
pulau Jawa bagian
utara, dengan batas-batas wilayah: utara
laut Jawa, sebelah timur
Lamongan, sebelah selatan
Bojonegoro, dan barat
Rembang dan
Blora Jawa Tengah
Pemerintahan
Kabupaten Tuban terdiri dari 20 kecamatan yaitu:
Bancar,
Bangilan,
Grabagan,
Jatirogo,
Jenu,
Kenduruan,
Kerek,
Merakurak,
Montong,
Palang,
Parengan,
Plumpang,
Rengel,
Semanding,
Senori,
Singgahan,
Soko,
Tambakboyo,
Grabagan,
Widangdan 17 kelurahan yaitu :
Doromukti,
Sidorejo,
Kingking,
Kebonsari,
Mondokan,
Latsari,
Sidomulyo,
Karang Sari,
Ronggomulyo,
Baturetno,
Sukolilo,
Perbon,
Sendangharjo,
Kutorejo,
Karang,
Gedongombo,
Panyuran
Obyek Wisata dan Cinderamata
Di kota Tuban kita bisa mengunjungi beberapa obyek wisata, di antaranya
Gua Akbar,
Masjid Agung,
Makam Sunan Bonang,
Ngerong Rengel,
Pemandian Bektiharjo,
Air Panas Prataan,
Air Terjun Nglirip,
Goa Suci,
Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi dan
Pantai Boom. Cenderamata khas yang bisa dibeli adalah kain tenun (
batikgedog) dengan motif yang sangat khas. Motif khas ini juga bisa kita temui dalam bentuk kaos, baju wanita, dan selendang. Selain itu, Tuban juga terkenal sebagai kota Tuak (atau
toak dalam bahasa lokal). Tuak adalah cairan (
legen)dari tandan buah pohon lontar (masyarakat menyebutnya
uwit bogor) yang difermentasikan sehingga memabukkan karena mengandung alkohol. Sedianya
legen dibuat menjadi gula jawa, atau dapat juga langsung diminum sebagai minuman yang menyegarkan dan tentu saja, tidak memabukkan, selain itu buah dari pohon lontar (
ental atau
siwalan ) ini juga bisa dimakan dan berasa manis serta kenyal.
Asal usul
Kota Tuban memiliki asal usul dalam beberapa versi yaitu yang pertama disebut sebagai TU BAN yang berarti waTU tiBAN (batu yang jatuh dari langit) yaitu
batu pusaka yang dibawa oleh sepasang
burung dari
Majapahit menuju
Demak, dan ketika batu tersebut sampai di atas Kota Tuban, batu tersebut jatuh dan dinamakan
Tuban. Adapun versi yang kedua yaitu berarti meTU BANyu berarti keluar air, yaitu peristiwa ketika
Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) atau
Bupati Pertama Tuban yang membuka
Hutan Papringan dan anehnya, ketika pembukaan hutan tersebut keluar air yang sangat deras. Hal ini juga berkaitan dengan adanya sumur tua yang dangkal tapi airnya melimpah, dan anehnya sumur tersebut dekat sekali dengan pantai tapi airnya sangat tawar. Ada juga versi ketiga yaitu
TUBAN berasal dari kata 'Tubo' atau
Racun yang artinya sama dengan nama
kecamatan di Tuban yaitu
Jenu.
Geografi
Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.994.561 Ha, dan wilayah laut seluas 22.068 km2. Letak
astronomi Kabupaten Tuban pada koordinat 111o 30' - 112o 35 BT dan 6o 40' - 7o 18' LS. Panjang wilayah pantai 65 km. Ketinggian daratan di Kabupaten Tuban bekisar antara 0 - 500 mdpl. Sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban beriklim kering dengan kondisi bervariasi dari agak kering sampai sangat kering yang berada di 19 kecamatan, sedangkan yang beriklim agak basah berada pada 1 kecamatan. Kabupaten Tuban berada pada jalur
pantura dan pada deretan
pegunungan Kapur Utara.
Pegunungan Kapur Utara di Tuban terbentang dari
Kecamatan Jatirogo sampai
Kecamatan Widang, dan dari
Kecamatan Merakurak sampai
Kecamatan Soko. Sedangkan wilayah
laut, terbentang antara
5 Kecamatan, yakni
Kecamatan Bancar,
Kecamatan Tambakboyo,
Kecamatan Jenu,
Kecamatan Tuban dan
Kecamatan Palang. Kabupaten Tuban berada pada ujung
Utara dan bagian
Barat Jawa Timur yang berada langsung di
Perbatasan Jawa Timur dan
Jawa Tengah atau antara
Kabupaten Tuban dan
Kabupaten Rembang.Tuban memiliki titik terendah, yakni 0
m dpl yang berada di
Jalur Pantura dan titik tertinggi 500
m yang berada di
Kecamatan Grabagan. Tuban juga dilalui oleh
Sungai Bengawan Solo yang mengalir dari
Gresik menuju
Solo
Suku Budaya
Tuban mayoritas
Suku Budayanya adalah
Suku Jawa dan minoritas diantaranya adalah
suku lain, seperti
suku Madura,
suku cina,
suku Kalimantan, dll. Kebudayaan asli Tuban beragam, salah satunya adalah
sandur. Budaya lainnya adalah
Reog yang banyak ditemui di
Kecamatan Jatirogo.
Pendidikan
Kualitas
Pendidikan di
Tuban tergolong sangat baik. Terbukti dengan adanya
3 sekolah yang bertaraf
internasional, antara lain,
SMP Negeri 1 Tuban,
SMA Negeri 1 Tuban, dan
SMK Negeri 1 Tuban, serta puluhan SMP dan SMA yang bertaraf
Nasional. Menurut rencana, ada
1 SD yang akan bertaraf
internasional, yakni
SD Negeri 1 Kebonsari dan 3 SMP, yakni
SMP Negeri 3 Tuban,
SMP Negeri 5 Tuban, dan
SMP Negeri 1 Rengel. Berbagai
event lomba di juarai oleh pelajar Tuban. Banyak diantaranya adalah sekolah yang berkecimpung dalam dunia
Karya Ilmiah Remaja, diantaranya adalah
MTsN Tuban,
SMP Negeri 1 Tuban,
SMP Negeri 3 Tuban,
SMP Negeri 4 Tuban,
SMP Negeri 6 Tuban,
SMP Negeri 7 Tuban,
SMP Negeri 1 Rengel,
SMP Negeri 1 Jenu,
SMP Negeri 1 Jatirogo,
SMP Negeri 1 Singgahan,
SMA Negeri 1 Tuban,
SMA Negeri 2 Tuban, dll. Selain
Universitas Sunan Bonang ada institut pendidikan tinggi baru, yaitu
Universitas Ronggolawe, yang pada awalnya dikenal sebagai IKIP PGRI TUBAN di Jalan Manunggal. Jurusan bahasa Inggris dari institut ini telah kerjasama dengan sebuah organisasi sukarela Inggris yang bernama
Voluntary Service Overseas sejak tahun 1989. Setelah tiga sukarelawan, organisasi lain, yaitu
Volunteers in Asia yang berasal dari
Amerika Serikat meneruskan tradisi ini dengan mengekspos mahasisiwa serta dosen yang kurang sempat berlatih bahasa sehari-hari. Ketua jurusan Bapak Agus Wardhono telah menjadi doktor (S-3) dalam bidang Linguistik Inggris di
Universitas Negeri Surabaya.
Tempat Vital Kota Tuban
Sebagai
Kabupaten, Tuban memiliki tempat penting seperti
Kantor Bupati Tuban,
Pendopo Kridho Manunggal (yang pernah dirusak dan dibakar massa),
Kantor DPRD,
Masjid Agung Tuban,
GOR Rangga Jaya Anoraga, dll.
Tuban Dari Masa ke Masa
Tuban Tempo DuLu
Pemerintahan Kabupaten Tuban ada sejak tahun 1293 atau sejak pemerintahan
Kerajaan Majapahit. Pusat pemerintahannya dulu adalah di
Desa Prunggahan Kulon kecamatan Semanding dan kota Tuban yang sekarang dulunya adalah
Pelabuhan karena dulu Tuban merupakan armada
Laut yang sangat kuat. Asal
nama Tuban sudah ada sejak pemerintahan Bupati Pertama yakni
Raden Dandang Wacana. Namun, pencetusan tanggal harijadi Tuban berdasarkan peringatan diangkatnya
Raden Haryo Ronggolawe pada 12 November 1293. Tuban dulunya adalah tempat yang paling penting dalam masa
Kerajaan Majapahit karena memiliki armada
laut yang sangat kuat.
Tuban Pada Masa Penyebaran Agama Islam
Tuban tidak hanya menjadi
tempat penting pada masa
Kerajaan Majapahit, namun
Tuban juga menjadi tempat penting pada masa penyebaran
Agama Islam. Hal tersebut dikarenakan Tuban berada di pesisir
Utara Jawa yang menjadi pusat
Perdagangan arab, dll yang sedang menyebarkan Agama Islam. Hal ini juga berkaitan dengan kisah
Sunan Bonang dan
Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijaga adalah putra dari
Bupati Tuban VIII
Raden Tumenggung Haryo Wilotikto. Sunan Kalijaga dikenal sebagai
Brandal Loka Jaya, karena sebelum jadi
Wali Sunan Kalijaga adalah brandal (preman) yang suka mencuri hasil kekayaan
Kadipaten Tuban. Namun, hasil curian tersebut untuk para
Fakir Miskin. Lama-kelamaan, perbuatan tersebut diketahui oleh ayahanda
Sunan Kalijaga dan diusir dari Kadipaten Tuban. Dalam pengasingannya,
Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga) bertemu dengan
Sunan Bonang.
Sunan Bonang memiliki
Tongkat emas yang membuat
Raden Syahid menjadi ingin memiliki tongkat tersebut. Sesaat kemudian,
Sunan Kalijaga merebut tongkat emas dan
Sunan Bonang jatuh tersungkur. Sunan Bonang menangis dan Sunan Kalijaga merasa iba. Akhirnya Sunan Kalijaga mengembalikan Tongkat Sunan Bonang dan
Sunan Kalijaga bertanya bagian mana yang membuat beliau kesakitan. Namun,
Sunan Bonang menangis bukan karena kesakitan, tapi beliau menangis karena memutuskan
rumput dan beliau berkata bahwa beliau merasa kasihan karena rumput yang tidak bersalah harus mati tercabut karena kesalahan beliau. Sesaat kemudian, beliau menancapkan Tongkat di
Pesisir dan menyemburkan air. Tempat tersebut dinamai
Sumur Srumbung. Setelah itu,
Sunan Bonang menunjukkan
Buah Aren yang berwarna emas.
Raden Syahidpun tergoda dan memanjat pohon aren tersebut, tapi sebuah aren menimpa kepala beliau dan beliaupun pingsan. Setelah sadar, Raden Syahid diajak Sunan Bonang menuju
Sungai di daerah
Sekardadi Kecamatan Jenu. Di sana, beliau menjaga tongkat Sunan Bonang yang ditancapkan pada sebuah
batu. Anehnya, beliau tertidur selama 2 tahun. setelah sadar, Raden Syahid diberi pakaian
dhalang oleh Sunan Bonang dan di Juluki
Sunan Kalijaga, maksudnya
Kali dalam bahasa
Indonesia berarti
sungai, dan
Jaga dimaksudkan karena sudah menjaga tongkat
Sunan Bonang.
Tuban Pada Masa Penjajahan
Perjuangan
masyarakat Tuban dalam melawan penjajah sangatlah gigih. Dengan bersenjatakan Bambu Runcing, mereka melawan penjajah. Namun, strategi
masyarakat Tuban adalah dengan menggunakan
Tuak, maksudnya, Penjajah disuguhi minuman memabukkan tersebut. Ketika mereka sudah tidak sadarkan diri, mereka menyerang dan menghancurkan
pos dan
benteng pertahanan penjajah.
Tuban Pada Masa Kini
Seiring kemajuan
zaman, Tuban sekarang tidak sepenting dulu.
Tuban sekarang sudah mulai dilupakan oleh masyarakat
Indonesia, padahal Tuban mengandung nilai sejarah tinggi dan besar peran serta perjuangan masyarakat
Tuban dalam melawan penjajah itu sudah mulai luntur dalam dunia pemerintahan
Indonesia saat ini.